"Mari kita bangun dunia dari mimpi dan jangan takutlah untuk bermimpi karena hidup berawal dari mimpi"

Kota Surga Bagi Pesepeda

VIVAnews - Bersepeda saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kota. Kebiasaan sehat yang satu ini pun makin populer di Jakarta dengan adanya Hari Bebas Kendaraan Bermotor setiap bulan.
Meskipun Anda juga bisa bebas bersepeda pada hari kerja, tetapi rasanya lebih nyaman bersepeda saat akhir pekan, ketika kondisi jalan tidak terlalu ramai. Tetapi, jika Anda tinggal di empat kota berikut, rasa nyaman bersepeda bisa didapatkan setiap hari. Ketahui empat kota yang merupakan surganya para pesepeda, seperti dilansir dari Divine Caroline.
4. Barcelona, Spanyol
Populasi masyarakat : 1,6 juta
Populasi pesepeda : Lebih dari 30.000 masyarakat Barcelona, menggunakan sepeda sebagai alat transportasi
Para pecinta sepeda di Barcelona dimanjakan dengan layanan "Bicing Service" yang dimulai pada 2007. Layanan ini memungkinkan masyarakat lokal dan turis  untuk mengajukan permohonan kartu bersepeda. Kartu ini memungkinkan mereka untuk mengambil sepeda dari seratus stasiun tersebar yang tersebar di seluruh wilayah perkotaan, menggunakannya dalam batas-batas kota, dan mengembalikannya ke stasiun lain.
Ada juga "jalur hijau" yang merupakan jalur sepeda untuk mengelilingi kota. Terdapat area parkir di jalanan yang bisa memuat 3.250. Kota ini juga sedang dalam proses membangun sebuah garasi sepeda bawah tanah yang besar.
3. Davis, California, Amerika Serikat
Populasi masyarakat : 65.000
Populasi pesepeda : 17 persennya adalah pengguna sepeda.
Davis adalah satu kota di Amerika Serikat yang aktif merencanakan untuk memasukkan jalur sepeda ke dalam arsitektur transportasi. Menurut Virgin-Vacations.com,   di kota tersebut terdapat sekitar seribu mil jalur sepeda. Hal ini membuat kota tersebut mendapat status "Bicycle Friendly Community". Bahkan lambang kota tersebut adalah sepeda.
2. Amsterdam, Belanda
Populasi masyarakat : 750.000
Populasi pesepeda : Empat puluh persen lalu lintas di Amsterdam adalah lalu lintas sepeda
Amsterdam, dikenal sebagai ibukota sepeda dunia. Terdapat 249 mil (400 kilometer) Fietspaden, atau jalur sepeda dan jalan yang ditunjuk. Sebagian besar diantaranya memiliki lampu lalu lintas sendiri dan tanda-tanda yang berbunyi: "Uitgezonderd" (artinya kecuali) untuk menunjukkan bahwa hanya sepeda dan skuter yang dikecualikan dari peraturan lalu lintas. Kota Amsterdam juga sedang dalam proses membangun sebuah garasi parkir sepuluh ribu sepeda di stasiun kereta api utama, Amsterdam Centraal.
1. Copenhagen, Denmark
Populasi masyarakat : 1,8 juta
Populasi pesepeda : 32 persen pekerja di Copenhagen menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.
Kota yang berada di peringkat enam dunia dalam hal kualitas hidup ini, juga surganya para pesepeda. Tiap warga kota Copenhagen memiliki satu sepeda. Kota ini menawarkan sepeda umum gratis dan jalur sepeda yang ditunjuk dengan sistem sinyal yang terpisah. Salah satu daerah yang bernama Christiana bahkan hanya dilewati sepeda dan tidak ada mobil yang lewat. Pejabat setempat bahkan berencana untuk menggandakan pengeluaran untuk membangun infrastruktur sepeda dalam tiga tahun ke depan. (sj)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kata Pakar: Bumi, pada 2050, Makin Sulit Dikenali

WASHINGTON - Populasi yang terus bertumbuh terus bersaing berebut sumber-sumber daya yang makin langka saja. Melihat kecenderungan itu, peneliti di sebuah konferensi sains di AS, pekan lalu, meramalkan pada 2050 nanti, dunia sudah 'tak bisa dikenali'.
PBB sudah memprediksi populasi dunia tahun ini akan mencapai angka 7 milyar penduduk, dan menuju 2050, angka itu meningkat ke 9 milyar. "Hampir semua pertumbuhan penduduk terjadi di negara-negara miskin, sebagian di Afrika dan di Asia Selatan," kata John Bongaarts, wakil lembaga nirlaba Population Council.
Untuk memberi makan milyaran mulut itu, tentunya bumi harus diperah lebih keras. "Dalam 40 tahun mendatang, kita harus memproduksi jumlah makanan yang sama dengan yang kita konsumsi selama 8000 tahun ke belakang," kata Jason Clay dari World Wildlife Fund (WWF) di konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) itu.
Bila tren sekarang ini berlanjut, "Pada 2050 nanti, sisa planet ini tak lagi kita bisa kenali," kata Clay.
Pembengkakan populasi menimbulkan berbagai masalah, seperti penipisan sumber daya. Di sisi lain, pendapatan diperkirakan meningkat selama 40 tahun ke depan. Secara global, pendapatan akan meningkat tiga kali lipat. Di negara-negara berkembang bahkan berlipat lima.
Seiring naiknya pemasukan, orang cenderung akan naik pula di susunan rantai makanan. Mereka, kata para ahli, mengonsumsi lebih banyak daging dibanding masa-masa ketika mereka berpenghasilan lebih sedikit. "Makin banyak orang, makin banyak uang, makin banyak konsumsi, tapi planetnya masih sama," kata Jason Clay.
Clay meminta para ilmuwan dan pemerintah mulai membuat perubahan dalam bagaimana makanan diproduksi. Para ahli populasi juga meminta lebih banyak pendanaan untuk program keluarga berencana, agar pertumbuhan manusia, utamanya di negara-negara berkembang, bisa lebih dikendalikan.
AFP/Dodi IR

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Microsoft Plus Nokia Akankah Jadi MicroKIA?


KOMPAS.com - Di saat beberapa platform smartphone makin menunjukkan dominasinya, Nokia yang selama ini menjadi raja ponsel malah makin redup. Laporan keuangan terakhir Nokia yang dipublikasikan beberapa hari yang lalu juga menunjukkan keuntungan yang semakin menurun. Dalam hal merek, Nokia turun drastis ke posisi 9.
Ada apa Nokia? Mungkin itu pertanyaan yang tepat. Hampir tidak ada jawaban yang pasti untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun baru-baru ini sebuah memo CEO Nokia, Stephen Elop yang beredar di internet memberikan sebagian jawaban atas pertanyaan tersebut.
Dalam memo tersebut, Stephen Elop menegaskan bahwa Nokia tidak akan mempertahankan Symbian sendirian dan akan mengubah strateginya. Ia menyebut Nokia tengah terbakar dan harus segera melompat untuk mencari selamat. Menurutnya, Nokia harus membangun atau mendorong ekosistem yang bisa bersaing atau bahkan bergabung ke dalam ekosistem yang sudah ada.
Hal tersebut memunculkan spekulasi bahwa Nokia mungkin akan menggandeng Microsoft. Langkah yang diambil Nokia sudah mulai dicium para analis teknologi di luar sana. Nokia dikabarkan akan segera mengumumkan kesepakatan mereka dengan Microsoft. Situs teknologi Engadget menyindir kesepakatan itu akan memunculkan nama MicroKIA, gabungan dari dua nama Microsoft dan NOKIA.
Banyak analis memperkirakan sebelumnya Nokia enggan untuk memakai Android, sehingga besar kemungkinan akan bekerja sama menghasilkan smartphone dengan basis Windows Phone 7. Kesepakatan ini masuk akal karena CEO Nokia saat ini Stephen Elop adalah mantan eksekutif Microsoft. Nah dengan mengadopsi Windows Phone 7 berarti Nokia tidak lagi berjalan dengan platform Nokia yang selama ini menjadi andalannya.
Kerja sama ini tampaknya memang akan menguntungkan kedua belah pihak. Namun, pengorbanan terbesar ada pada Nokia. Mereka harus rela membakar platform mereka sendiri yang sebenarnya masih banyak digunakan konsumen untuk bergabung dengan Microsoft. Bagi Microsoft, kedatangan Nokia tentu seperti memperoleh durian runtuh karena Nokia dengan nama besarnya di ranah ponsel adalah jaminan.
Kita tunggu saja pengumuman kerja sama apakah akan benar-benar terjadi, Jumat (11/2/2011) ini di London, saat Nokia akan melaporkan perusahan starteginya atau kalau tidak di ajang Mobile World Congress (MWC) 2011 di Barcelona tengah bulan ini.(Kompasiana/Kimi Raikko)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

MRT Akan Pekerjakan 48.000 Orang

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek MRT (mass rapid transit) kereta bawah tanah (subway) akan mampu menyerap 48.000 tenaga pekerja. Jumlah tersebut akan tersebar dalam beberapa kelompok.
"Dalam kajian tersebut memang disebutkan selama konstruksi akan mampu menyerap kurang lebih 48.000 pekerja," ujar Manpalagupta Sitorus, Kepala Humas PT MRT Jakarta, Kamis (10/2/2011), saat dihubungi wartawan.
Jumlah dibagi ke dalam beberapa kelompokm, yakni direct workers, related industry workers (collecting sand, manufacturing cement), supporting service workers (canteen workers).
"Tapi, belum ada detilnya. Jumlah 48.000 ini adalah hasil kajian yang dilakukan dalam revised IP 2005," katanya.
Selain dapat mempekerjakan 48.000 orang, pembangunan MRT Jakarta ini juga diharapkan memberikan dampak positif lain bagi warganya, yakni penurunan waktu tempuh dan meningkatkan mobilitas. Waktu tempuh antara Lebak Bulus sampai Bundaran HI diharapkan turun dari 1-2 jam pada jam-jam sibuk menjadi 30 menit, sedangkan dari Lebak Bulus sampai Kampung Bandan target waktu tempuh sekitar 52.5 menit.
MRT mengklaim mampu mengurangi 0,7 persen total emisi CO2, yaitu sekitar 93.663 ton per tahun. Keuntungan lain, yakni dengan sistem MRT yang menerapkan sistem Transit-Urban Integration, MRT diharapkan mampu merestorasi tata ruang kota. Integrasi transit-urban nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi pada area sekitar stasiun, sehingga dapat berdampak langsung kepada peningkatan jumlah penumpang MRT Jakarta.
Untuk tahap pertama, MRT Jakarta akan membangun jalur Lebak Bulus-Bundaran HI dengan panjang 15,2 km jalan layang dan bawah tanah serta terdiri dari 13 stasiun.

Target penumpang yang mampu diangkut MRT tahap pertama ini mencapai 412.000 penumpang per hari dan diharapkan selesai pada akhir 2016. Total dana yang disiapkan untuk pembangunan MRT tahap pertama ini mencapai Rp 16 triliun.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pertemuan Gubernur ASIA-EROPA : Perbanyak Transportasi Massal

JAKARTA, KOMPAS.com- Walikota Berlin, Klaus Wowereit, memberikan masukan sangat bagus bagi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Menurut dia, Jakarta harus memperbanyak investasi dalam pengembangan transportasi massal.
Klaus Wowereit adalah salah satu pemimpin delegasi dalam Pertemuan Asia Eropa atau Asia-Europe Meeting (ASEM) untuk para gubernur dan walikota di Hotel Kempinski Jakarta, 28-29 Oktober.
Menurut Wowereit, Berlin memang tidak sepadat Jakarta. Penduduknya hanya empat juta jiwa. Namun, sebagai megapolitan, Jakarta harus segera mengupayakannya.
"Anda dapat berinvestasi sistem transportasi publik. Untuk lalu lintas, kita dapat memperbaiki sistem transportasi publik, membuat jalur-jalur bis, kereta cepat bawah tanah, dan sistem perkeretaapian di daerah pinggiran. Ini adalah tujuan di masa yang akan datang," katanya seusai mengikuti sesi 'The Creative City: Re-imaging the City for a Livable Future' di Hotel Kempinski, Kamis (28/10/2010).
Wowereit menyarankan agar kota besar tidak lagi berinvestasi di jalanan, tapi menambah infrastruktur transportasi publik. Wowereit berharap Jakarta dan Berlin dapat bekerja sama karena Berlin juga memiliki pengalaman membangun infrastruktur untuk lalu lintas publik.
Wowereit juga menyambut baik pertemuan ASEM ini sebagai sarana diskusi dan kerja sama antarkota besar di seluruh dunia. Di forum ini, kota-kota besar bisa terhubung dan berjejaring untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan cara masing-masing. "Anda dapat meniru hal-hal yang baik dari kota lain," tandasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS